Salah satunya yaitu dengan menulis.
Tapi ternyata tidak mudah hal tersebut dilakukan walau hanya dengan tulisan.
Sehingga banyak tulisan-tulisan yang hanya menjadi sampah, tetapi tidak sedikit juga yang menjadi berkah, bahkan bisa membawa berkah.
Tak bisa dipungkiri, ketika kata-kata tak mampu berbicara, maka tulisanlah yang dapat menjelaskannya,
tapi ketika kita tidak membacanya maka apalah arti dari sebuah tulisan itu.
Tentu yang akhirnya dirasakan adalah kita kan terjebak dengan pandangan pribadi atau malah terjerumus dengan kata-kata sendiri.
Hal ini sebenarnya terbukti bagi kita sebagai makhluk yang beragama.
Apalah artinya sebuah kitab suci?
Apakah itu hanya sebuah karya atau sebuah bentuk usaha?
Tidak usah menjawab, sebelum kita membacanya.
Yang perlu dijawab adalah, sudahkah kita membacanya?
Sedikit menyimpang, ketika di dalam judul adalah menulis, tetapi akhirnya banyak yang dijabarkan adalah tulisan.
Bukan bermaksud meragukan ke Maha Kuasaan Tuhan, tapi dalam hal ini ternyata kita telah diberi hal sungguh luar biasa.
Hanya kita manusia yang bisa menulis, membaca dan memahaminya hingga sampai mengamalkannya.
Jika menulis adalah sebuah karya, maka bacalah hasilnya untuk menilainya.
Jika menulis adalah sebuah bentuk usaha, maka bacalah tulisannya untuk memperoleh hasilnya.
Dalam sebuah kitab suci (Al-Qur'an) : "Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan" (QS : Al'Alaq ayat 1)
Itulah bentuk bukti karya dalam memberi petunjuk kepada Umat Manusia dan itu juga merupakan bukti bentuk usaha agar manusia senantiasa berpedoman kepada Agama agar berada pada jalan yang lurus.
(demecheng : wangidotcom, 10/9/09)










