Sebuah Keyakinan Keberanian

Kamis, September 10, 2009


Maju atau mundur adalah pilihan, lanjut atau tidak lanjut adalah jawaban.
Semua itu takkan muncul jika kita tidak mendapatkan tekanan yang merupakan
suatu bentuk ujian yang luar biasa, ya, karena Sang Maha Kuasa yang langsung mengujinya.

Niat yang ikhlas, ternyata tidak cukup hanya di awal, karena ketika di tengah sudah mulai digoyah, dan di akhir nantinya akan semakin dipertanya.

Sebuah perjalanan dalam membangkitkan semangat sekuat dan semulia berlian.


Ternyata semua yang dijalani itu semakin membuktikan bahwa kita manusia hanya bisa berencana, kepastian yang terjadi, hadir pada saat kita menyadari bahwa kita adalah manusia yang dhoif, yang tak mampu memutuskan sesuatu tanpa mengharap petunjuk dariNya.

Ketergesaan hanya mengakibatkan kesalahpahaman, berharap kepada manusia hanya mengakibatkan kekecewaan, hanya rasa kepedulian yang dapat saling menyatukan.

Suatu bentuk training yang benar-benar membawa diri agar terbebas dari belenggu.

Pengalaman pribadi hanyalah kenistaan, persepsi hanyalah kenestapaan, berfikir positif tak cukup dalam bualan. walau jiwa dan raga dikorbankan, semua itu hanya kan jadi kesombongan jika tanpa rasa kasih sayang dalam sebuah persahabatan menjalani perjuangan.

Suara hati, benar-benar di uji, tanpa ampun dia berbisik hingga diluar batas kehendak.
Kalaulah suara hati ini tanpa asma2Nya tentulah tak satupun yang dapat terlaksana.


Jika akhirnya itu semua dapat kita lalui, apakah Alloh swt kejam atau sayang kepada kita?

Jika akhirnya itu semua dapat kita selesaikan, Apakah Alloh swt sedang menguji atau memberi cobaan kepada kita?

Jika akhirnya dengan itu semua kita bersama, Apakah nantinya kita dapat bertemu denganNYa di dalam SurgaNya?

Mampukah kita menjawabnya, ketika semua anggota tubuh ini yang bersaksi kepadaNya.


Ternyata ini membuktikan bahwa keyakinan saja tidak cukup tanpa keberanian.
Ketika kita yakin bahwa Alloh swt sayang kepada kita, maka kita harus berani menjalani Ujian dariNYa.
Karena yang pasti itu hanyalah pertemuan denganNya.

Bersyukur dan bersabar adalah kekuatan kita bersama.



Salam 165, Kepada saudara spiritualku Satria 165

(demecheng : Kampunk 165, 10/9/09)

2 komentar - komentar

love and respect mengatakan...

Assalamu'alikum Eko,,

Boleh deh tulisannya...! ada bakat jadi penulis. sharing..itu mengasyikkan dan inspired!
Semoga sukses ya Eko..kapan2 ngumpul lagi dengan tmn2ESQ dr all propinsi, salam jg buat kak Yuqi,salam persahabatan.
(nadya.atmaja@yahoo.co.id )

11 September 2009 pukul 07.26
de mech_eng mengatakan...

wasslm.,

ya nadya., terimakasih y.,

hmm., iya neh., kapan kita bisa ngumpul bareng lagi y.,

buat dunkz., event di Babel agar teman2 semua bisa datang.,

12 September 2009 pukul 01.19