Persaudaraan dan Solidaritas

Rabu, November 18, 2009

Kesetiaan kepada Allah, persaudaraan, dan solidaritas, adalah sifat-sifat penting orang beriman. Al-Qur'an mengatakan bahwa semua orang beriman adalah bersaudara. Mereka adalah orang-orang yang berbagi perasaan yang sama, berjuang untuk akhir yang sama, mengikuti kitab yang sama, dan berjuang untuk tujuan yang sama. Akibatnya solidaritas menjadi keunggulan alami dari sebuah komunitas orang beriman. Allah memuji kasih sayang orang beriman ini di dalam ayat berikut:

Sesungguhnya Allah menyayangi orang-orang yang berjihad di jalannya. As-Shaff: 4
Berpegang teguhlah kamu sekalian pada agama Allah, dan janganlah kamu berpecah belah. Ingatilah karunia Allah kepadamu, ketika kamu dahulunya bermusuh-musuhan, lalu dipersatukan-Nya hatimu, sehingga kamu dengan karunia Allah itu menjadi bersaudara. Dan kamu dahulunya berada di tepi jurang neraka, lalu Allah melepaskanmu dari sana. Demikianlah Allah menjelaskan keterangan-keteranganNya kepadamu supaya kamu mendapat petunjuk. Al-Imran: 103

Orang-orang beriman adalah orang-orang rendah hati yang memiliki rasa persahabatan dan kasih sayang satu sama lain. Karenanya solidaritas dan persatuan diantara mereka terpelihara secara alami. Namun di dalam komunitas semacam ini ada saja hal-hal yang membuat kita tetap harus berhati-hati karena sikap yang salah dapat menyebabkan perpecahan dan menciptakan iklim yang merusak solidaritas di antara orang-orang yang beriman.

Alasan dasar untuk sikap-sikap yang tidak diingini tersebut adalah jiwa (nafsun). Memang benar bahwasanya seorang mukmin itu toleran dan hangat. Namun setiap orang memiliki sisi jahat dalam jiwanya, dan pada saat sedang lemah moral, seseorang dapat dengan mudah dikendalikan oleh sisi jahat jiwanya. Dengan kata lain dia bisa terpengaruh oleh kecemburuan, ego diri, ataupun ambisi.

Itulah sebabnya Al-Qur'an menekankan bahwa pengaruh kuat dari sisi jahat jiwa sebagai ancaman serius bagi persatuan orang beriman. Mengingat bahwa jiwa dapat menunjukkan isyarat setan pada manusia dan dapat menyesatkan orang mukmin, mereka seharusnya menghindari bersikap dalam tata cara yang akan memprovokasi sisi jahat mukmin lain. Di dalam Al-Qur'an, Allah memerintahkan sebagai berikut:

Dan katakanlah kepada para hambaku-Ku: "Hendaklah mereka berbicara dengan ucapan yang sebaik-baiknya" dalam berdakwah. Bahwasanya setan itu suka menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya antara setan dan manusia terbentang permusuhan sejak dahulu. Isra: 53

Ayat di atas secara meyakinkan memberikan sebuah pesan penting. Allah memerintahkan kepada orang beriman untuk saling menegur menggunakan cara terbaik yang mungkin dilakukan (bukan hanya "baik" tapi "terbaik") sebab setan juga bertujuan menciptakan pertikaian diantara orang beriman.

Metode inti yang setan gunakan untuk memecah persatuan diantara orang beriman adalah untuk menanamkan perasaan bersaing di dalam hati orang beriman. Dalam keadaan tidak sadar, seorang mukmin dapat dengan mudah tergelincir kepada khayalan kemegahan dan mengembangkan ambisi untuk mencapai status tertentu di masyarakat. Dalam suasana hati semacam itu, sungguh mungkin bahwa dia bisa mencoba menetapkan keunggulan diatas orang beriman lainnya. Dengan cara yang sama, dia dapat merasa dengki kepada saudaranya untuk satu atau lain alasan. Walaupun kata dengki kedengarannya biasa-biasa saja, tapi sebenarnya kata itu memiliki arti serius karena "dengki" sama saja dengan memberontak secara terang-terangan kepada Allah. Cermatilah Qur'an surat An-Nisa: 54. Menurut ayat tersebut semua kenikmatan dianugrahkan oleh Allah. Karenanya dengki kepada kenikmatan yang diberikan pada orang lain sama saja dengan menentang kehendak Allah. Itulah sebabnya kenapa orang beriman harus menghindari sifat "dengki". Firman Allah:

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah bertengkar sesamamu, nanti kamu menjadi lemah dan hilang kekuatanmu. Dan tabahlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang tabah. Al-Anfal: 46

Ayat tersebut menyiratkan bahwa seorang mukmin seharusnya tidak pernah membiarkan persaingan maupun pertikaian terjadi diantara saudara-saudaranya mengingat persaingan dan pertikaian adalah sifat dasar orang primitif. Seorang mukmin dituntut untuk tidak menimbulkan rasa iri pada diri orang lain. Karenanya sifat rendah hatilah yang dapat membasmi persaingan diantara orang beriman. Sifat kunci lainnya yang ditekankan di dalam Al-Qur'an adalah pengorbanan diri. Seorang mukmin selalu memberikan prioritas kepada kebutuhan dan keinginan orang mukmin lainnya atas dasar kesalehan dan kesenangan berbuat demikian. Al-Qur'an menggambarkan sikap semacam ini sebagai berikut:

Dan kaun ANSHAR yang telah menduduki kota Madinah di mana mereka telah beriman sebelum kedatangan kaum MUHAJIRIN. Mereka berbudi luhur sekali. Terbukti: kesatu mereka mencintai orang-orang Muhajirin yang mengungsi ke kota mereka itu. Kedua tidak minat dalam hatinya untuk mendapatkan pula jatah-pampasan sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang Muhajirin. Sedang yang ketiga mereka lebih mengutamakan kepentingan orang-orang Muhajirin melebihi kepentingan mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan pula. Barang siapa yang menjauhkan dirinya dari sifat-sifat kekikiran, itulah mereka yang beruntung. Al-Hasyr: 9

Pada dasarnya, persaingan, rasa iri, dan sikap suka berdebat adalah tiga faktor dasar yang merupakan ancaman serius terhadap pemeliharaan rasa persaudaraan dan solidaritas diantara orang mukmin. Sifat suka bersaing yang mungkin ditimbulkan oleh ambisi benar-benar merusak ikatan persaudaraan, merusak jiwa, dan menjerumuskan pelakunya kepada kemunduran moral.

Karenanya sungguh bodoh membuang waktu menghalangi mukmin lainnya karena hendak bersaing dan iri, sementara kesempatan tidak terbatas terbentang di hadapan manusia untuk mencapai keridhaan Allah. Sungguh, persaingan tidak pernah terjadi di lingkungan orang-orang yang tujuannya adalah mencapai keridhaan Allah. Seorang mukmin seharusnya tidak pernah lupa bahwa komunitas mukmin itu layaknya sebuah tubuh yang setiap bagiannya saling bekerja sama guna mendapatkan keadaan yang sempurna. Dalam konteks ini seorang mukmin seharusnya melihat keberhasilan saudaranya seolah-olah itu adalah keberhasilannya sendiri. Ini adalah konsep yang sangat penting. Ada banyak ayat Al-Qur'an yang menekankan pentingnya persaudaraan. Dalam sebuah ayat, sebuah doa yang dipanjatkan oleh orang mukmin diceritakan:

Dan mereka mengikuti jejak kaum Muhajirin dan Anshar sampai hari kiamat, mengucapkan doa: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami. Dan janganlah Engkau biarkan kedengkian sampai bersarang dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Engkau sungguh-sungguh Maha Penyantun dan Penyayang. Al-Hasyr: 10

Perselisihan maupun perdebatan diantara orang mukmin akan merusak keseluruhan perjuangan, mengurangi persatuan dan kekuatan orang mukmin namun menguatkan perjuangan, menambah persatuan dan kekuatan orang kafir. Jika terus begini, penganiayaan oleh orang kafir terhadap orang mukmin akan terjadi kecuali kalau orang mukmin saling melindungi satu sama lain. Al-Qur'an membuat pengamatan berikut:

Adapun orang-orang yang kafir, mereka bersetia kawan terhadap sesamanya dalam menghadapi kaum mukmin. Jika kamu tidak menggalang kesetiakawanan pula seperti mereka, akan terjadilah kekacauan dan kerusakan yang besar di muka bumi ini. Al-Anfal: 73

Berikut ini adalah perintah-perintah tegas di dalam Al-Qur'an mengenai persaudaraan dan persatuan diantara orang mukmin:

Janganlah kamu seperti orang-orang yang berpecah belah dan bersilang- sengketa sesudah datang kepada mereka bukti yang terang! Untuk mereka disediakan siksaan yang besar. Al-Imran: 105.
Mereka bertanya kepadamu tentang pembagian harta rampasan perang. Jawablah "Bahwa yang berhak menentukan pembagian harta rampasan perang itu, ialah Allah dan Rasul. Hendaklah kamu bertakwa kepada Allah, peliharalah hubungan baik sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar orang yang beriman. Al-Anfal: 1.
Sesungguhnya orang-orang yang berpecah-belah dalam agamanya, sehingga mereka menjadi beberapa golongan, tidaklah hal itu menjadi tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka terserah kepada Allah, untuk kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka tentang apa yang mereka perbuat. An-An'am: 159

Seorang mukmin diharuskan untuk saling berkasih sayang antar sesama. Kerendahhatian adalah sifat khusus orang mukmin. Sedangkan kesombongan dan rasa iri bukanlah sifat orang mukmin melainkan sifat orang kafir. Dengan demikian, orang mukmin seharusnya menghindari jeratan sisi jahat jiwanya dan secara terus-menerus memohon perlindungan Allah, bertobat serta berjanji untuk berubah. Adapun kesudahan yang menanti orang yang tidak mengekang sisi jahat jiwanya digambarkan didalam ayat di bawah ini:

Hai orang-orang beriman! Barangsiapa yang murtad di antaramu dari agama Islam, maka kelak Allah akan membangkitkan suatu kaum yang dicintai Allah dan merekapun mencintai-Nya: yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang yang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut terhadap kecaman orang Ini sebagai celaan keras terhadap golongan munafik yang merasa takut terhadap kecaman para pemimpinnya dari pihak Yahudi.. Itulah karunia Allah. Dan Allah Maha Luas pemberiannya-Nya dan Mengetahui. Al-Maidah:54

Diterjemahkan dari buklet "The Basic Concepts in The Qur'an" karya Harun Yahya. www.harunyahya.com ; Terjemahan Al-Qur'an dikutip dari "Terjemah dan Tafsif Al-Qur'an" susunan Bachtiar Surin terbitan Fa. SUMATRA Bandung.

yukz., personalisasi search engine kita.,

Selasa, September 29, 2009

nah., bagi yang ingin tampilan search enginenya lebih menarik.,

dan keliatan sebagai bentuk personalisasi diri kita, mari kita buat yukz.,

caranya gampang koq.,

- pertama, kita kunjungi situs http://www.funnylogo.info/create.asp
- kedua, kita isi nama/inisial kita pada kotak (Step 1 : Enter Your Name)
- ketiga, kita pilih desain logo yang kita inginkan (Step 2 : Choose a style) atau bisa pilih desain logo yang lain di More Logo Styles and Colors >>
- keempat, klik Create My Search Engine

bimm salabimm., tampilan search engine anda akan berubah.,

selanjutnya, untuk menampilkan tampilan secara default, yaitu setiap kita membuka web browser maka lakukan sedikit setingan.

disini saya menggunakan web browser Mozilla Firefox, caranya adalah:

- ketika kita berhasil mengubah tampilan, maka biarkan kondisi tampilan seperti itu,
Copy kan alamat situs (home page) yang terdapat pada kolom web browser.
- selanjutnya pilih Tools, lalu Options, pada tab Main, gantikan alamat situs pada kolom Home Page dengan mem Paste kannya, selanjutnya klik Ok.

Berikutnya, mari kita buktikan, tutup web browser yang aktif., truz buka kembali.,

Bismillah.,



gimana hasilnya?? mudah bukan??

selamat mencoba y.,

(demecheng, sumber: sharing dengan teman di sore hari 29/9/09)

@ Lebaran Night

Senin, September 28, 2009

Sedikit kutipan tentang kisah inspiratif,

dari acara Mario Teguh dalam Satu kemenangan.

Tadinya sih, saya tidak berniat untuk menuliskannya,

tetapi setelah saya menyaksikan acara tersebut selama

dua malam berturut-turut dan dengan tema yang sama,

akhirnya saya berniat untuk membaginya.,

menurut saya, dua malam az gak cukup,

apalagi klo ada yang tidak sempat menyaksikan.

next...

saya mohon maaf., karena dari tiga sesi perbincangan

dalam acara tersebut,hanya satu sesi yang mungkin bisa

saya tulis.

Yaitu tentang perbincangan antara Mario teguh dengan Pak Iqbal,

yaitu salah seorang mujahid sewaktu konflik

di Ambon, Maluku.

Pada saat sesi tanya jawab,

Salah seoorang audience menanyakan kepada pak iqbal,

Audience : "Apakah Anda masih bisa memaafkan musuh-musuh Anda?"

Pak Iqbal : "Disini saya akan mencoba mengisahkan tentang Imam Ali.
Pada saat Imam Ali adu pedang dengan musuhnya, dan ketika
musuhnya sudah terjepit, dan Imam Ali akan menebas kepalanya,
tiba-tiba musuh tersebut meludahi muka Imam Ali, dan seketika
itu pula Imam Ali tidak jadi membunuhnya.
Musuhnya terkejut, mengapa engkau tidak jadi membunuhku? tanya
musuh tersebut.
maka Imam Ali pun menjawab : Sesungguhnya aku membunuhmu karena
Allah, bukan karena kau sebagai musuhku"

Nilai keperwiraan inilah yang mendasari kita bagaimana bersikap dengan musuh2 kita.

Sebenanya sungguh besar makna jihad.

Jihad juga dapat berbau keringat, sperti halnya dalam memungut sampah, untuk menjaga

kebersihan.

Maka, jangan persempit pengertian besar dari agama,

menjadi pemikiran sempit yang sekuler, yang jadinya

mengkotak-kotakkan kita.

Jadikan Jihad sebagai contoh dalam keindahan pribadi kita yang beragama.


Resume :

Agar kita tidak salah jalan, maka kita membutuhkan petunjuk.

Petunjuk yang menuntun kita menuju surga.

Surga bukanlah semata-mata sebagai nilai kualitas hidup.

Tetapi kualitas kehidupan itu dinilai, melalui sejauh mana kita mampu dalam

melakukan perjalanan yang sesuai dengan petunjuk untuk menuju surga.


(programa Mario Teguh Dalam Satu Kemenangan di TV 1: 23&24/9/09)

Akhirnya., awak mudik juga.,

Kamis, September 17, 2009

Pertanyaan pertama., (minggu ke-3 Ramadhan)

Gimana kabarnya nak., kapan mudik nak??

Alhmdulillah sehat ma., Insyaallah minggu depan ma.,

Selanjutnya., pertanyaan kedua., (pertengahan minggu ke-3)

Jadi mudik minggu depan nak??

Insyaallah ma.,

Next., pertanyaan ketiga., (akhir minggu ke-3)

Minggu depan., hari apa mudiknya nak?

Insyaallah., malam jum'at ma.,

Next too., pertanyaan ke-empat., (awal minggu ke-4)

Jadi malam jum'at mudiknya nak??

Insyaallah ma., he2.,

Next too again., pertanyaan ke lima ., (mendekati H-3)

Nak., jadi mudiknya kan?? hati2 ya nak.,

Insyaallah ma., ya ma., makasih ya,..

The reality.,

Ma., maaf ma., eko gak jadi berangkat malam jum'at.,

Hari ni baru bisa berangkat ma., Hari jum'at tgl 18/9/09 naik kreta api jam 10.30 pagi.,

maaf y ma., awak telat.,

tapi alhamdulillah ma., dapat tiket karena dah ad teman yang ngantri dari jam setengah 6 pagi., he2.,

mohon do'anya y ma.,

akhirnya awak mudik juga.,

met mudik buat semua teman2.,

Mohon maaf lahir da batin y.,

Menulis, Sebuah Karya atau Sebuah Bentuk Usaha (mencoba, Ditinjau dari sisi Spritual)

Minggu, September 13, 2009

Beragam cara bagi setiap orang untuk berekspresi, mengeluarkan inspirasi, berkreasi, dan berbagi ide.

Salah satunya yaitu dengan menulis.

Tapi ternyata tidak mudah hal tersebut dilakukan walau hanya dengan tulisan.

Sehingga banyak tulisan-tulisan yang hanya menjadi sampah, tetapi tidak sedikit juga yang menjadi berkah, bahkan bisa membawa berkah.

Tak bisa dipungkiri, ketika kata-kata tak mampu berbicara, maka tulisanlah yang dapat menjelaskannya,

tapi ketika kita tidak membacanya maka apalah arti dari sebuah tulisan itu.

Tentu yang akhirnya dirasakan adalah kita kan terjebak dengan pandangan pribadi atau malah terjerumus dengan kata-kata sendiri.

Hal ini sebenarnya terbukti bagi kita sebagai makhluk yang beragama.

Apalah artinya sebuah kitab suci?

Apakah itu hanya sebuah karya atau sebuah bentuk usaha?

Tidak usah menjawab, sebelum kita membacanya.

Yang perlu dijawab adalah, sudahkah kita membacanya?


Sedikit menyimpang, ketika di dalam judul adalah menulis, tetapi akhirnya banyak yang dijabarkan adalah tulisan.

Bukan bermaksud meragukan ke Maha Kuasaan Tuhan, tapi dalam hal ini ternyata kita telah diberi hal sungguh luar biasa.

Hanya kita manusia yang bisa menulis, membaca dan memahaminya hingga sampai mengamalkannya.


Jika menulis adalah sebuah karya, maka bacalah hasilnya untuk menilainya.

Jika menulis adalah sebuah bentuk usaha, maka bacalah tulisannya untuk memperoleh hasilnya.


Dalam sebuah kitab suci (Al-Qur'an) : "Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan" (QS : Al'Alaq ayat 1)

Itulah bentuk bukti karya dalam memberi petunjuk kepada Umat Manusia dan itu juga merupakan bukti bentuk usaha agar manusia senantiasa berpedoman kepada Agama agar berada pada jalan yang lurus.


(demecheng : wangidotcom, 10/9/09)